Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 07 November 2012

“ JENIS-JENIS MASALAH INDIVIDU DAN JENIS-JENIS BIMBINGAN”


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
            Secara Naluriah, Kodrati, Fitrohnya Manusia adalah makhluk social memerlukan orang lain dalam kehidupannya tanpa sesamanya manusia tidak akan bisa hidup. pada mulanya manusia berada dalam satu lingkungan social yang kecil adam dan hawa, semakin berkembangnya umat manusia menyebar kemana-mana dengan kondisi fisik yang berbeda pula. dari uraian diatas diketahui memberikan diskripsi manusia secara sistematis bahwa manusia berada dan berhubungan dengan sesamanya dalam pola- pola tertentu sebagai individu yang berhubungan dengan individu lain, yang berhubungan dengan kelompok; masyarakat,politik,social.
             konseling adalah proses komunikasi antara seseorang (konselor) dengan orang lain. konseling adalah proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan secara sistematik dengan paduan ketrampilan komunikasi interpersonal, teknik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi dan menentukan jalan keluar/ upaya untuk mengatasi masalah tersebut.
            Untuk itu kita disini akan membahas tentang jenis-jenis masalah yang dihadapi individu dan jenis-jenis bimbingan, agar kita dapat mengetahui masalah –masalah yang dihadapi oleh peserta didik (siswa) dan juga mengetahui jenis-jenis bimbingan dalam penyuluhan.

B.     RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas, dapat di ambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimanakah  jenis-jenis masalah yang dihadapi individu dalam konseling ?
2.      Apa saja macam-macam bimbingan dalam konseling?
3.      Dan apa tujuan macam-macam bimbingan konseling tersebut?


BAB II
PEMBAHASAN
A.   Jenis- Jenis Masalah Yang Dihadapi Individu
Untuk mengethui jenis-jenis bimbingan, perlu dipelajari lebih dahulu tentang masalah-masalah yang dihadapi individu. Sehingga dengan mengenal masalah-masalah yang dihadapi individu, akan memudahkan untuk menentukan jenis bimbingan mana yang tepat untuk memecahkan masalah-masalah tersebut.
Pada umumnya jenis-jenis masalah yang dihadapi individu, terutama yang dihadapi murid sekolah, dapat digolongkan menjadi beberapa jenis masalah sebagai berikut:
a)      Masalah pengajaran atau belajar
            Dalam perbuatan belajar dapat timbul berbagai masalah baik bagi pelajar itu sendiri maupun bagi pengajar. Beberapa masalah belajar mengajar, misalnya bagaimana menciptakan kondisi yang baik agar perbuatan belajar berhasil memilih metode dan alat-alat yang tepat sesuai dengan jenis dan situasi belajar dan sebagainya. Bagi murid sendiri sering mengalami berbagai kesulitan dalam menghadapi kegiatan pelajaran misalnya, dalam cara membagi waktu belajar, memilih materi yang sesuai, belajar bekelompok, menyusun catatan, mengerjakan tugas-tugas, cara menggunakan buku-buku pelajaran dan sebagainya.
b)      Masalah pendidikan
            Dalam hubungan ini individu mengalami berbagai kesulitan yng berhubungan dengan kegiatan pendidikan pada umumnya. Ketika anak memasuki situasi sekolah yang baru ia dihadapkan pada beberapa masalah, misalnya; menesuaikan dengan sekolah baru, pelajaran baru, tata tertib sekolah, guru-guru dan sebagainya. Dalam keseluruhan program pendidikan di sekolah, murid-murid akan menghadapi masalah-masalah, seperti memilih kegiatan ekstra kurikuler, memilih program studi yang cocok, mencari teman belajar yang cocok dan sebagainya. Pada akhir pendidikan murid-murid akan berhadapan dengan berbagai masalah, misalnya memilih studi lanjut, memilih jenis-jenis latihan tertentu, menggunakan ketrampilan-ketrampilan tertentu, untuk kegiatan-kegiatan tertentu dan memilih pendidikan tertentu untuk pekerjaan tertentu. Demikian pula masalah-masalah kelambatan belajar yang dialami murid-murid yang tergolong lambat dan terlampau cepat dalam belajarnya. Semuanya termasuk masalah-masalah pendidikan. Masalah ini banyak dialami oleh murid-murid sekolah pada umumnya.
c)      Masalah pekerjaan
            Masalah-masalah ini berhubungan dengan memilih pekerjaan. Misalnya dalam memilih latihan-latihan tertentu untuk pekerjaan tertentu, memilih jenis-jenis pekerjaan yang cocok dengan dirinya, mendapatkan penjelasan tentang jenis pekerjaan, penempatan dalam pekerjaan tertentu dan memperoleh penyesuaian yang baik dalam lingkungan pekerjaan tertentu. Pada umumnya masalah pekerjaan ini dirasakan oleh murid-murid sekolah, terutama murid-murid di sekolah menengah Atas dan Perguruan Tinggi. Tetapi murid-murid Sekolah Menengah Pertama pun tidak sedikit yang menghadapi masalah pekerjaan ini. Bahkan murid-murid Sekolah Dasar juga banyak yang tidak lepas dari masalah ini, terutama murid-murid yang tidak melanjutka pendidikan mereka.
d)     Masalah penggunaan waktu senggang
            Masalah ini dirasakan oleh murid dalam menghadapi waktu-waktu luang yang tidak terisi oleh suatu kegiatan tertentu. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana cara mengisi waktu-waktu tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi masyarakat di lingkungannya.
Ketidakmampuan menggunakan waktu senggang kadang-kadang dapat menimbulkan masalah-masalah yang lebih besar lagi, misalnya kenakalan anak, melamun dan sebagainya. Masalah penggunaan waktu senggang misalnya bagaimana merencanakan suatu kegiatan dalam waktu luang, mengisi waktu luang dan memilih kegiatan yang cocok. Murid-murid di sekolah pada umumnya banyak menghadapi masalah ini, terutama pada waktu hari libur dan di luar jam pelajaran.
e)      Masalah sosial
            Kadang-kadang murid menghadapi kesulitan dalam hubungannya dengan individu lain atau ddengan lingkungan sosialnya. Masalah ini timbul karena kekurangan  kemampuan murid berhubungan dengan lingkungan sosialnya atau lingkungan sosial itu sendiri kurang sesuai dengan keadaan dirinya. Misalnya kesulitan dalam mencari teman belajar, teman bermain, merasa terasing dalam pekerjaan-pekerjaan kelompok dan sebagainya. Kita sering menjumpai murid-murid yang sebetulnya pandai dalam pelajaran, tetapi kurang mampu untuk berhubungan dengan teman-temannya. Ia kurang disenangi dalam pergaulan. Masalah-masalah tersebut disebut masalah sosial dan merupakan salah satu jenis masalah yang sering dihadapi murid-murid.
f)       Masalah pribadi
            Dalam situasi tertentu murid dihadapkan pada suatu kesulitan yang bersumber dari dalam dirinya. Masalah-masalah itu timbul karena individu merasa kurang berhasil dalam menghadapi dan menyesuaikan diri dengan hal-hal dari dalam dirinya sendiri. Misalnya konflik berlarut-larut dan gejala-gejala frustasi merupakan sumber timbulnya masalah-masalh pribadi lain. Masalah-masalah ini sering dialami para pemuda pada waktu menjelang masa adolesensi yang ditandai dengan perubahan-perubahan yang cepat baik fisik maupun mental. Pada umumnya masalah pribadi ini timbul karena individu tidak berhasil dalam mempertemukan antara aspek-aspek pribadi di satu pihak dan keadaan lingkungan di pihak lain. 
B.   Jenis –Jenis Bimbingan
1)    Bimbingan akademik
a.       Bimbingan akademik yaitu bimbingan yang diarahkan untuk membantu individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah akademik. Yang tergolong masalah-masalah akademik yaitu : pengenalan kurikulum, pemilihan jurusan/konsentrasi, cara belajar, penyelesaian tugas-tugasdan latihan, pencarian dan penggunaan sumber belajar, perencanaan pendidikan lanjutan, dan lain-lain.
                        Masalah-masalah yang berkaitan dengan bidang akademik :
a)      Kurang memiliki kepuasaan belajar yang baik;
b)      Kurang memahami cara belajar yang efektif;
c)      Kurang memahami cara mengatasi kesulitan belajar,
d)     Kurang memahami cara membaca buku yang efektif,
e)      Kurang memahami cara membagi waktu belajar,
f)       Kurang menyenangi pelajaran-pelajaran tertentu.
b.      Fungsinya : Bimbingan akademik berfungsi untuk  mengembangkan suasana belajar mengajar yang kondusif agar terhindar dari kesulitan belajar, mengembangkan cara belajar yang efektif, membantu individu agar sukses dalam belajar dan agar mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan program/ pendidikan. Dalam bimbingan akademik, para pembimbing berupaya memfasilitasi individu dalam mencapai tujuan akademik yang diharapkan.
c.       Tujuannya :
1.      Memiliki sikap dan belajar positif
2.      Memiliki motivasi dalam belajar sepanjang hayat
3.      Memiliki keterampilan belajar yg efektif
4.      Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan belajar
5.      Memiliki kesiapan mental dalam menghadapi pembelajaran
6.      Memiliki keterampilan membaca buku
2)    Bimbingan Pribadi Sosial
a.       Bimbingan social merupakan bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah social pribadi. Yang tergolong dalam masalah-masalah social pribadi adalah masalah hubungan dengan sesama teman, dengan dosen, serta staf, pemahaman sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal, dan penyelesaian konflik.
                        Bimbingan social pribadi diarahkan untuk memantapkan kepribadian dan mengembangkan kemampuan individu dalam menangani masalah-masalah dirinya. Bimbingan ini merupakan layanan yang mengarah pada pencapaian pribadi yang seimbang dengan memperhatikan keunikan karakteristik pribadi serta ragam
permasalahan yang dialami oleh individu.
Masalah-masalah yang berkaitan dengan bidang sosial :
a. Berperilaku sosial yang bertanggung jawab, meliputi :
a)      Kurang menyenangi kritikan orang lain;
b)      Kurang memahami tata karma (etika) pergaulan;
c)      Kurang berpartisipasi dalam kegiatan sosial, baik di kampus maupun dimasyarakat.
b. Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya, meliputi :
a)      Merasa malu untuk berteman dengan lawan jenis;
b)      Merasa tidak senang kepada teman yang suka mengkritik.
c. Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga, meliputi :
a)      Sikap yang kurang positif terhadap pernikahan;
b)      Sikap yang kurang positif terhadap hidup berkeluarga.
Masalah-masalah yang berkaitan dengan bidang pribadi :
a. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, mencakup :
a)      Kurang motivasi untuk mempelajari agama sebagai pedoman hidup;
b)      Kurang memahami bahwa agama sebagai pedoman hidup;
c)      Kurang memiliki kesadaran bahwa setiap perbuatan manusia diawasi oleh Tuhan;
d)     Masih merasa malas untuk melaksanakan shalat;
e)      Kurang memiliki kemampuan untuk bersabar dan bersyukur.
b. Perolehan system nilai, meliputi :
a)      Masih memiliki kebiasaan berbohong;
b)      Masih memiliki kebiasaan mencontek;
c)      Kurang berdisiplin (khususnya memelihara kebersihan).
c. Kemandirian emosional, meliputi :
a)      Belum mampu membebaskan diri dari perasaan atau perilaku kekanakkanakan;
b)      Belum mampu menghormati orang tua atau orang lain secara ikhlas.
c)      Masih kurang mampu menghadapi atau mengatasi situasi frustrasi (stress) secara positif.
d. Pengembangan keterampilan intelektual, meliputi :
a)      Masih kurang mampu mengembil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang;
b)      Masih suka melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan baik buruknya,untung-ruginya.
e. Menerima diri dan mengembangkan secara efektif, meliputi :
a)      Kurang merasa bangga dengan keadaan diri sendiri;
b)      Merasa rendah diri, apabila bergaul dengan orang lain yang mempunyai kelebihan (seperti teman yang lebih cantik/ cakep)
b.      Tujuannya :
a)      pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
b)      Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangan untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranya masa depan
c)      Pemantapan pemahaman tentang kelamahan diri dan usaha penanggulanganya.
d)     Pemantapan kemampuan mengambil keputusan.
e)      Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambilnya.
f)       Pemantapan kemampuan berkomunikasi, baik melalui lisan maupun tulisan secara efektif
g)      Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis, kreatif dan produktif.
c.       Fungsinya :
                    Memberikan wawasan kepada pribadi siswa bahwa pentingnya berjiwa sosial karena manusia adalah bersifat sosial bukan individu yg membutuhkan manusia lain, dan berfungsi sebagai pendukung terciptanya belajar yg efektif dan efisien dengan bantuan lingkungan sekitar, jika lingkungan tidak mendukung maka akan menghambat jalannya proses belajar dan mengganggu siwa dalam hasil belajar.       
3)    Bimbingan karir
a.       Pengertian Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan,pengembangan dan pemecahan masalah-masalah karir seperti : pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan, dan pemecahan masalah-masalah karir yang dihadapi.Bimbingan karir juga merupakan layanan pemenuhan kebutuhan perkembangan individu sebagai bagian integral dari program pendidikan. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif, afektif maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri yang positif, memahami proses pengambilan keputusan, maupun perolehan pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki system kehidupan social budaya yang terus menerus berubah.
          Bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. Dengan layanan bimbingan karir, individu mampu menentukan dan mengembil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampumewujudkan dirinya secara bermakna. Bimbingan karir adalah sebuah hal yang paling penting untuk mengarahkan siswa-siswa sesuai dengan minat dan potensi yang dimilikinya. Pemilihan karir yang tepat pada siswa, akan memberikan kepuasan dan akan meraih hasil yang maksimal.
          Bimbingan karir juga merupakan salah satu bidang dalam bimbingan dan konseling yang ada di sekolah-sekolah. Menurut Winkel (2005:114) bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan /profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapanan pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi.
          Bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan dan pendekatan terhadap individu (siswa/remaja), agar individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya, memahami dirinya, dan mengenal dunia kerja merencankan masa depan dengan bentuk kehidupan yang diharapkan untuk menentukan pilihan dan mengambil suatu keputusan bahwa keputusannya tersebut adalah paling tepat sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan dan tunutan pekerjaan / karir yang dipilihnya (Ruslan A.Gani : 11)
          Menurut Herr bimbingan karir adalah  suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program yang sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya (Marsudi, 2003:113).
          Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir adalah suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggungjawab.
Kekeliruan pada pemilihan karir, akan berdampak secara luas pada kehidupan seseorang selanjutnya, yang kemungkinan akan menurunkan prestasi bahkan frustasi dan gangguan psikologis, karena ketidakmampuan beradaptasi, hasil yang diperoleh tidak maksimal, tertutupinya bakat-bakat bawaan yang sebenarnya lebih dominan dan lain-lain.
Salah satu tempat yang paling tepat dalam pengarahan dan pencerahan pemilihan minat dan bakat (bimbingan karir) adalah pada saat usia remaja, sekitar usia sekolah menengah atas. Bahkan dirasakan, pemilihan karir pada usia ini adalah sebuah kewajiban untuk membantu siswa-siswa menentukan karirnya kedepan. Usia ini, merupakan pangkal dari masalah seseorang yang akan dijalaninya pada usia perkembangan selanjutnya.
Salah satu cara untuk mengarahkan dan membantu siswa memberikan bimbingan ini adalah dengan menggunakan tes psikologi. Tes psikologi untuk bimbingan karir, biasanya tidak hanya satu alat tes, tetapi beberapa tes yang akan di compare, untuk menentukan dan mengarahkan langkah apa yang seharusnya diambil oleh siswa dengan karirnya kedepan. Diharapkan dengan bimbingan karir ini, siswa lebih terfokus pada sesuatu yang memang diminatinya, berbakat dibidangnya dan mempunyai kemampuan tentangnya.
b.      Tujuan Bimbingan karir pada siswa adalah sebagai berikut (dalam Sukardi, hal 8): 
a)      Agar siswa mampu mengenal aspek-aspek dirinya (kemampuan, potensi, bakat, kepribadian, sikap dan sebagainya).
b)      Dengan mengenal aspek-aspek dirinya, siswa diharapkan dapat menerima keadaan dirinya secara objektif.
c)      Membantu siswa untuk dapat mengemukakan berbagai aspek yang dimilikinya. 
d)     Membantu siswa untuk dapat mengelola informasi dirinya.
e)      Membantu siswa agar dapat mengemukakan informasi dirinya sebagai dasar perencanaan dan pembuatan keputusan dimasa depan.
c.    Fungsinya : Melihat begitu pentingnya bimbingan karir ini, sehingga diharapkan setiap anak (siswa) terutama pada usia sekolah menengah harus mendapatkannya. Bantuan yang diberikan akan membatu mereka menjalani hidup mereka penuh dengan penerimaan, sesuai dengan minat dan bakatnya, dan diharapkan akan memberikan hasil yang maksimal, karena karir yang dipilihnya merupakan potensi yang dimilikinya. Sehingga tidak ada lagi kata-kata, “bakat yang terpendam”.
4)    Bimbingan keluarga
a.     Pengertian
        Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
          Family Counseling (konseling keluarga) didefinisikan sebagai suatu proses interaktif yang berupaya membantu keluarga memperoleh keseimbangan homeostasis, sehingga setiap anggota keluarga dapat merasa nyaman (comfortable).
           Bimbingan keluarga, merupakan upaya pemberian bantuan kepada para individu sebagai pemimpin atau anggota keluarga agar mereka mapu menciptakan keluarga yang utuh dan harmonis, memberdaya diri secara produktif, dapat menciptakan dan menyesuaikan diri dengan norma keluarga, serta berperan serta berpartisipasi aktif dalam mencapai kehidupan keluarga yang bahagia.
          Menurut pengertian psikologis, keluarga adalah sekumpulan orang yang hidup bersama dalam tempat tinggal bersama dan masing-masing anggota merasakan adanya pertautan batin sehingga terjadi saling mempengaruhi, saling memperhatikan dan saling menyerahkan diri (Soelaeman 1994 : 5-10).
b.      Tujuan
a)      Membantu anggota keluarga untuk belajar dan secara emosional menghargai bahwa dinamika kelurga saling bertautan di antara anggota keluarga.
b)      Membantu anggota keluarga agar sadar akan kenyataan bila anggota keluarga mengalami problem, maka ini mungkin merupakan dampak dari satu atau lebih persepsi, harapan, dan interaksi dari anggota keluarga lainnya.
c)      Bertindak terus menerus dalam konseling/terapi sampai dengan keseimbangan homeostasis dapat tercapai, yang akan menumbuhkan dan meningkatkan keutuhan keluarga.
d)     Mengembangkan apresiasi keluarga terhadap dampak relasi parental terhadap anggota keluarga (Perez, 1979).
c.       Fungsinya
          Memberikan wawasan tentang masalah keluarga demi mendukung proses belajar mengajar, jika siswa mengalami masalah didalam keluarganya akan mengakibatkan siswa terganggu dalam proses belajar sehingga mempengaruhi hasil belajar, dan disinilah fungsi bimbingan keluarga memberikan solusi kepada siswa dalam memecahkan masalahnya sehingga mendukung proses belajar siswa.
5)    Urgensi Bimbingan Dan Penyuluhan Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat
                Tidak disangkal lagi bahwa setiap lapangan kehidupan dan kegiatan manusia memerlukan bimbingan. Termasuk dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan bermasyarakat. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan tidak hanya dalam dunia pendidikan, tapi juga di masyarakat. Dengan adanya layanan bimbingan dan konseling, dapat membantu masyarakat untuk menemukan jalan keluar dalam masalahnya dan juga mengenali dan mengembangkan potensi dalam diri. Sehingga hal ini sangat berpengaruh dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Para konselor yang menyediakan layanan bimbingan dan konseling ini, sangat dibutuhkan dalam dunia masyarakat. Tidak hanya untuk membantu dalam bimbingan karier ataupun masalah pribadi, para konselor juga seringkali menjadi sukarelawan dalam upaya menghilangkan trauma pada masyarakat yang menjadi korban bencana yang akhir – akhir ini sering menimpa masyarakat Indonesia.
BAB III
PENUTUP
C.   SIMPULAN
Dari uraian dan keterangan diatas bimbingan dan konseling sangat berpengaruh dan sangat penting bagi siswa maupun masyarakat dalam memecahkan permasalahan dan segala hal yang ada dikehidupan ini,dari bimbingan akademik,pribadi/sosial, karir, sampai keluarga, sampai permasalahan yg ada dimasyarakat umum, karena bimbingan konseling ini berfungsi sebagai pemecah suatu permasalahan atau problematika kehidupan.
D.    SARAN
          Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan rekan-rekan dalam memahami study bimbingan dan konseling , masih banyak terdapat kesalahan ataupun kekeliruan dalam pembuatan makalah ini, kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan makalah yang akan datang.









DAFTAR  PUSTAKA

Yusuf, Syamsu dan Nurishan, A. Juntika, 2006, Landasan Bimbingan dan Konseling,Bandung : Remaja Rosdakarya
Prayitno dan Amti, Erman, 2004, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling,Jakarta : Rineka Cipta.
Dewaketut, Sukardi, 2008,  Pengantar Pelaksanaan Bk disekolah, Jakarta : Rineka Cipta

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

http://www.search-document.com/ppt/1/pelajaran-hadits-mts.html http://www.odrivers.com/2011/12/toshiba-nb505-n508bn-windows-7-32-bit.html

Blog Archive